Pelestarian warisan sastra luhur nusantara di lingkungan sekolah menengah atas kembali menggeliat melalui pagelaran festival sastra daerah yang memukau. Puluhan peserta berbusana adat tradisional dengan khidmat melisankan bait-bait Puisi Jawa klasik diiringi petikan kecapi gamelan pelog slendro. Kompetisi pembacaan karya sastra buatan para pujangga masa lampau ini bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap akar budaya bangsa. Suasana aula sekolah mendadak hening khidmat meresapi makna filosofis yang terkandung dalam setiap larik tembang.
Dewan juri yang terdiri atas para seniman sastra tradisional menilai tinggi ketepatan pelafalan cengkok suara dan penghayatan emosi para peserta. Penghayatan mendalam terhadap isi Puisi Jawa kuno menuntut para pelajar memahami terjemahan makna kiasan bahasa Jawa kawi yang cukup rumit. Latihan vokal dan pernapasan dilakukan berbulan-bulan di bawah bimbingan guru seni budaya tradisional sekolah. Tepuk tangan meriah penonton bergemuruh setiap kali peserta selesai menampilkan penjiwaan bait pamungkas.
Ajang perlombaan ini sukses menepis anggapan bahwa kebudayaan tradisional itu kuno dan tidak diminati oleh kalangan remaja milenial masa kini. Antusiasme peserta membawakan Puisi Jawa klasik membuktikan bahwa jiwa seni sastra leluhur masih tertanam kuat di dada anak-anak muda. Pemenang lomba tingkat kabupaten ini akan dikirim untuk mewakili provinsi dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu nasional. Dokumentasi kegiatan sastra ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi sekolah.
Dinas kebudayaan daerah memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi sekolah dalam merawat dan menghidupkan kembali tradisi sastra lisan nusantara. Pelatihan penulisan dan pembacaan Puisi Jawa kini dimasukkan ke dalam kurikulum muatan lokal pilihan wajib institusi pendidikan. Dukungan penuh berupa penyediaan sarana busana adat dan alat musik gamelan diberikan oleh komite sekolah. Kecintaan terhadap budaya lokal menjadi benteng pertahanan karakter pelajar yang kuat.
Antologi digital rekaman suara pembacaan puisi klasik akan diterbitkan bekerja sama dengan balai bahasa daerah. Festival sastra nusantara antar-pelajar se-Jawa dijadwalkan akan menjadi agenda rutin tahunan kebanggaan sekolah. Keindahan sastra jawa kuno akan terus abadi menghiasi lembaran sejarah peradaban bangsa Indonesia. Tradisi luhur lestari sepanjang masa.